Detail Cantuman
Advanced SearchText
Militansi dan Toleransi: Refleksi Teologis atas Rahmat Sakramen Baptis
Bahwa orang beragama menganggap agamanya yang paling benar tidak usah mengherankan kita. dalam pergaulan antar umat beriman sering terjadi saling curiga dan saling mengkafirkan di antar kelompok-kelompok penganut agama. Para pemeluk agama adalah sah untuk mengklaim bahwa agama yang diyakini adalah yang laing benar. Dan kalau demikian, maka secara logis harus disimpulkan bahwa agama orang lain adalah tidak benar untuk dia. Karena baginya hanya agamanyalah yang paling benar. Kalau tidak demikian maka tentu saja ia akan pindah. Sikap ini mungkin lebih tepat disebut militansi bukan fanatisme. Militansi masih terbuka bagi toleransi, sedangkan fanatisme sama sekali tidak ada ruang bagi toleransi.
Ketersediaan
| 251100274 | 265 Suj m | Perpustakaan STFT | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-09-16) |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
265 Suj m
|
| Penerbit | Kanisius : Yogyakarta., 2012 |
| Deskripsi Fisik |
164 hlm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
978-979-21-3271-7
|
| Klasifikasi |
265 Suj m
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






