<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18236">
 <titleInfo>
  <title>Iman Dan Pewartaan Di Era Multimedia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Robertus Wijanarko CM, Ph.D.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Adi Saptowidodo CM, MA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>261 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana; Vol.20 No.Seri 19, 2010</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Perkembangan teknologi multimedia telah mengubah kehidupan kita secara mendalam. Realitas tidak ita alami secara langsung, tetapi disodorkan kepada kita melalui berbagai bentuk representasi. Bahkan aneka pengetahuan, nilai, dan informasi, yang sebelumnya dikemas melalui kekuatan text dan narasi, kini lebih banyak disodorkan kepada kita melalui kekuatan teknologi gambar dan suara. Karenanya, definisi kita tentang realitas, kriteria tentang proses pengetahuan yang sahih, wawasan kita tentang kosmos, cara kita mendeseminasikan pengetahuan dan nilai, dan bahkan kesadaran kita akan identitas diri, dengan sendirinya perlu kita tinjau dan rumuskan kembali. Perkembangan multimedia juga berdampak pada apa yang kita sebut sebagai pengalaman iman dan bagaimana pengalaman tersebut diekspresikan dan diwartakan. Selain bisa menikmati apa yang ditawarkan oleh teknologi multimedia, kita juga dihadapkan pada beberapa pertanyaan penting: apakah perkembangan multimedia sungguh bisa melahirkan sarana representasi alternatif yang menghantar kita pada pengalaman iman yang benar? Apakah teknologi multimedia bisa menjadi kekuatan untuk membangkitkan kembali kesadaran iman dan pengalaman religius yang otentik, di tengah masyarakat yang semakin diseret ke dalam kecenderungan sekularisme atau radikalisme ini?</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<classification>230 Wij i</classification>
<identifier type="isbn">ImanDanPewartaanD</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas</physicalLocation>
 <shelfLocator>230 Wij i</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">234101426</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>230 Wij i</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>createthumb_%252815%2529.jpeg.jpeg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18236</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 11:03:22</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 11:03:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>