<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="18232">
 <titleInfo>
  <title>Siapakah Manusia; Siapakah Allah:</title>
  <subTitle>Menyingkap Tabir Manusia Dalam Revolusi Industri Era 4.0</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Berthold Anton Pareira O.carm</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Valentinus, CP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>aontonius Denny Firmanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Malang</placeTerm>
   <publisher>STFT Widya Sasana</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>358 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>Seri Filsafat Teologi Widya Sasana Vol.29 No.Seri 28, 2019</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>Revolusi industri era 4.0 serupa dengan big bang peradaban baru manusia zaman ini. Meski dentumannya tidak terdengar, percikan-percikan nya secara nyata membawa dampak pada diri dan keluarga kita, suasana dan tuntutan tempat kita bekerja, sekolah dan mentalitas peserta didiknya, komunitas religius tempat kita menghayati panggilan dan perutusan, societas dan bangsa yang kita abdi, dan terutama persekutuan umat Allah yang kita cintai. Aneka tulisan dalam buku ini dimaksudkan untuk membantu pembaca untuk memberi gambaran tentang apa yang terjadi. Dari pemetaan korelasi antara revolusi industri dan perubahan sosial, mulai dari revolusi industri pertama, kedua, ketiga dan akhirnya keempat, perspektif pemikiran filosofis mengajukan kemungkinan desain strategi kebudayaan sebagai jawaban atas adanya transformasi sosial yang terjadi. Selanjutnya, perspektif pemikiran biblis dan teologis mengenai manusia sebagai imago Dei (gambar Allah) dan capax Dei (mampu untuk terarah kepada Allah) adalah salah satu warisan rohani Kristiani yang memberdayakan setiap orang beriman yang serius dengan imannya. Dalam zaman yang penuh tantangan seperti era hyperconnected society dewasa ini, kita memiliki kesempatan untuk menemukan kembali dan mendalaminya sedemikian rupa sehingga kita, baik sebagai pribadi-pribadi maupun sebagai komunitas (Gereja), bisa berkontribsi bagi dunia yang lebih baik dan mewariskan jejak-jejak budaya dan narasi yang lebih bermartabat kepada generasi yang menyusul sesudah kita.</note>
<note type="statement of responsibility"></note>
<classification>144 Val s</classification>
<identifier type="isbn">14119005</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas</physicalLocation>
 <shelfLocator>144 Val s</shelfLocator>
 <holdingSimple>
  <copyInformation>
   <numerationAndChronology type="1">234101422</numerationAndChronology>
   <sublocation>Perpustakaan STFT</sublocation>
   <shelfLocator>144 Val s</shelfLocator>
  </copyInformation>
 </holdingSimple>
</location>
<slims:image>createthumb_%252811%2529.jpeg.jpeg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>18232</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 10:32:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-11 10:32:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>